PENYALAHGUNAAN
NARKOBA
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan
inayah-Nya. Shalawat dan salam semoga di limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW,
keluarga dan para sahabat-Nya.
Makalah ini kami buat semata-mata
untuk keperluan siswa siswi ataupun masyarakat yang sekiranya di kemudian hari
memerlukannya. Makalah ini juga dapat di manfaatkan oleh para guru sebagai
bahan mengajar.
Materi makalah ini di
susun dari berbagai sumber pembelajaran di sekolah maupun yang lainnya. Kami
selaku penyusun berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi siswa siswi ataupun
orang-orang yang membacanya untuk menjadi ladang amal.
Meskipun kami telah
berusaha semaksimal mungkin menyuguhkan makalah ini dalam wujud yang
terbaik, kami yakin pasti tak lepas dari kekurangan, sesuai dengan peri bahasa
yang mengatakan bahwa, ”Tak Ada Gading Yang Tak Retak’’,maka penulis menerima
kritik dan saran terbuka bagi semua pihak untuk sempurnanya kami dalam menyusun
makalah pada masa-masa mendatang.
Akhirnya kami sampaikan
terima kasih atas segala bentuk kerjasamanya semoga Allah SWT. Meridhoi ikhtiar
kita dalam membangun generasi Indonesia melalui makalah ini,Amin.
Muhammad Tajuddin
PENYUSUN
A. Latar Belakang Penyalahgunaan Narkoba
Pada
awalnya orang-orang yang mengkonsumsi narkoba ketika masih sekolah, di SMP
mereka mulai mencoba minum-minuman keras yang ditawari oleh teman-temannya yang
ada di SMA. Ketika mereka sudah masuk SMA mereka mulai mencoba mengkonsumsi pil
lexotan yang dosisnya ringan, kemudian mereka mencoba obat-obatan yang dosisnya
tinggi. Setelah mencobanya beberapa kali, mereka akan menjadi kecanduan
narkoba.
Orang-orang
yang mengkonsumsi narkoba biasanya bertujuan untuk menenangkan diri dari
masalah yang dihadapi olehnya. Misalnya anak yang kedua orang tuanya sibuk
bekerja dan kurang perhatian (kasih sayang) dari kedua orang tuanya pasti
merasa kesal dan marah maka, untuk menghilangkan rasa kesal dan marahnya mereka
minum-minuman keras bahkan ada yang langsung memakai narkoba.
Ditambah dengan pergaulan yang
bebas, yaitu pergaulan yang tanpa aturan, sekehendak sendiri dan tidak mau
diatur sangat dominan dalam proses penyalahgunaan narkoba ini.
Rata-rata,
remaja yang sering keluar malam dan nongkrong-nongkrong bersama temannya lebih
mudah untuk kecanduan narkoba, hal ini karena ia merasa kalah dan tidak gaul
apabila teman-temannya mengkonsumsi narkoba dan dia tidak. Itulah mengapa
banyak orang tua yang melarang anaknya untuk keluar rumah saat malam hari
kecuali untuk alasan yang jelas dan mendidik.
B. Pengertian Narkoba
Narkotika
adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang
menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh
tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan
halusinasi. Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok
masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan Narkotika meskipun
tidak menderita apa-apa. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya
penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bila menggunakan Narkotika bila tidak
sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi/ketergantungan obat (ketagihan).
Adiksi
adalah suatu kelainan obat yang bersifat kronik/periodik sehingga penderita
kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian terhadap dirinya
dan masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada penyalahgunaan Narkotika
pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang normal. Lama-lama pengguna obat
menjadi kebiasaan, setelah biasa menggunakan Narkotika, kemudian untuk
menimbulkan efek yang sama diperlukan dosis yang lebih tinggi (toleransi).
Setelah fase toleransi ini berakhir menjadi ketergantungan, merasa tidak dapat
hidup tanpa Narkotika.
Narkoba
adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain
"narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen
Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari
Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
C. Akibat Yang Terjadi Pada Pengguna Narkoba
Banyak
orang beranggapan bagi mereka yang sudah mengkonsumsi narkoba/narkotika secara
berlebihan beresiko sebagai berikut:
1. Narkoba/Narkotika dapat menyebabkan
kematian karena zat-zat yang terkandung dalam Narkotika mengganggu sistem
kekebalan tubuh mereka sehingga dalam waktu yang relatif singkat bisa merenggut
jiwa si pemakai.
2. Pengguna Narkotika dapat bertindak
nekat/bunuh diri karena pemakai cenderung memiliki sifat acuh tak acuh terhadap
lingkungannya. Ia menganggap dirinya tidak berguna bagi lingkungannya ini yang
memacunya untuk bertindak nekat.
3. Narkotika dapat menyebabkan hilangnya
kontrol bagi si pemakainya, karena setelah mengkonsumsi Narkotika. Zat-zat yang
terkandung di dalamnya langsung bekerja menyerang syaraf pada otak yang
cenderung membuat tidak sabar dan lepas kontrol.
4. Narkotika menimbulkan penyakit bagi
pemakainya. Karena di dalam Narkotika mengandung zat yang mempunyai efek
samping yang menimbulkan penyakit baru.
E. Jenis-Jenis Narkoba
Berdasarkan asal zat/bahannya
narkoba dibagi menjadi 2 yaitu:
1) Tanaman
a. Opium atau candu/morfin yaitu olahan
getah tanaman papaver somniferum tidak terdapat di Indonesia, tetapi
diselundupkan di Indonesia.
b. Kokain yaitu
olahan daun koka diolah di Amerika (Peru, Bolivia, Kolumbia).
c. Cannabis Sativa
atau Marihuana atau Ganja banyak ditanam di Indonesia.
2) Bukan tanamanku
a. Semi sintetik: adalah zat yang diproses
secara ekstraksi, isolasi disebutalkaloid opium. Contoh : Heroin, Kodein,
Morfin.
b. Sintetik: diperoleh melalui proses
kimia bahan baku kimia, menghasilkan zat baru yang mempunyai efek narkotika dan
diperlukan medis untuk penelitian serta penghilang rasa sakit (analgesic)
seperti penekan batuk (antitusif). Contoh: Amfetamin, Metadon, Petidin,
Deksamfetamin.
Adapun penjelasan jenis-jenis
narkoba/narkotika yang disalahgunakan dan peredarannya meliputi :
1.Opiat atau Opium (candu)
Merupakan
golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).
Efek penggunaan:
• Menimbulkan rasa
kesibukan (rushing sensation)
• Menimbulkan
semangat
• Merasa waktu
berjalan lambat.
• Pusing, kehilangan
keseimbangan/mabuk.
• Merasa rangsang
birahi meningkat (hambatan seksual hilang).
• Timbul masalah
kulit di sekitar mulut dan hidung.
2.Morfin
Merupakan
zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara
kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah
kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena). Efek penggunaan:
• Menimbulkan
euforia.
• Mual, muntah, sulit
buang hajat besar (konstipasi).
• Kebingungan
(konfusi).
• Berkeringat.
• Dapat menyebabkan
pingsan, jantung berdebar-debar.
• Gelisah dan
perubahan suasana hati.
• Mulut kering dan
warna muka berubah.
3.Heroin atau Putaw
Merupakan
golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara
kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80%
hingga 99%. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna
putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga
bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara
disuntik atau dihisap.
Timbul rasa kesibukan yang sangat
cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti
mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Ingin
selalu menyendiri untuk menikmatinya. Efek :
• Denyut nadi
melambat.
• Tekanan darah
menurun.
• Otot-otot menjadi
lemas/relaks.
• Diafragma mata
(pupil) mengecil (pin point).
• Mengurangi bahkan
menghilangkan kepercayaan diri.
• Membentuk dunia
sendiri (dissosial): tidak bersahabat.
• Penyimpangan
perilaku: berbohong, menipu, mencuri, kriminal.
• Ketergantungan
dapat terjadi dalam beberapa hari.
4.Ganja atau kanabis
Berasal
dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung 3
zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara
penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan
pipa rokok. Efek akibat penggunaan:
• Denyut jantung atau
nadi lebih cepat.
• Mulut dan
tenggorokan kering.
• Merasa lebih
santai, banyak bicara dan bergembira.
• Sulit mengingat
sesuatu kejadian.
• Kesulitan kinerja
yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.
• Kadang-kadang
menjadi agresif bahkan kekerasan.
• Bilamana pemakaian dihentikan dapat
diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih/capek.
• Gangguan kebiasaan
tidur.
• Sensitif dan
gelisah.
• Berkeringat.
• Berfantasi.
• Selera makan
bertambah.
5.LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs
Termasuk
sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam
bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan
gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya dengan
meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian
dan berakhir setelah 8-12 jam. Efek penggunaan:
• Timbul rasa yang
disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan waktu.
• Biasanya halusinasi ini digabung menjadi
satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya.
• Menjadi sangat indah atau bahkan
menyeramkan dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan
(paranoid).
• Denyut jantung dan
tekanan darah meningkat.
• Diafragma mata
melebar dan demam.
• Disorientasi.
• Depresi.
• Pusing
• Panik dan rasa
takut berlebihan.
• Flashback
(mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan kemudian.
• Gangguan persepsi
seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan.
6. Kokain
Mempunyai
2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base).
Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut
dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan
kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih.
Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi
beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai
permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan
kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff.
Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek
penggunaan:
• Menimbulkan
keriangan, kegembiraan yang berlebihan (ecstasy).
• Hasutan (agitasi),
kegelisahan, kewaspadaan dan dorongan seks.
• Penggunaan jangka
panjang mengurangi berat badan.
• Timbul masalah
kulit.
• Kejang-kejang,
kesulitan bernafas.
• Sering mengeluarkan
dahak atau lendir.
• Merokok kokain
merusak paru (emfisema).
• Memperlambat
pencernaan dan menutupi selera makan.
• Paranoid.
• Merasa seperti ada
kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs).
• Gangguan
penglihatan (snow light).
• Kebingungan
(konfusi).
• Bicara seperti
menelan (slurred speech).
7.Amfetamin
Nama
generik/turunan amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali
disintesis pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan
hidung (dekongestan). Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. Ada 2 jenis
amfetamin yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy.
Nama lain fantacy pils, inex. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA
(dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu,
SS, ice. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum.
Dalam bentuk kristal
dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui
hidung, atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong).
Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam
pembuluh darah (intravena). Efek Penggunaan:
• Berkeringat.
• Tekanan darah meningkat.
• Mual dan merasa sakit.
•Sakitkepala,pusing, remor/gemetar.
• Timbul rasa letih, takut dandepresi dalam beberapa
hari.
• Gigi rapuh, gusi menyusut karenakekurangan kalsium.
• Mulut kering dan merasa haus.
• Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps).
• Suhu badan
naik/demam.
• Tidak bisa tidur.
• Merasa sangat
bergembira (euforia).
• Menimbulkan hasutan
(agitasi).
• Banyak bicara
(talkativeness).
• Menjadi lebih
berani/agresif.
• Kehilangan nafsu
makan.
8.Sedatif-Hipnotik (Benzodiazepin/BDZ)
Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum
(obat tidur). Nama jalanan BDZ antara lain BK, Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara
pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur. Ada yang minum
BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak
diketahui dengan pasti. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol,
putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya
dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh
tidur sebagai efek utamanya, misalnya aprazolam/Xanax/Alviz. Efek penggunaan:
• Akan mengurangi
pengendalian diri dan pengambilan keputusan.
• Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan
bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C
akibat pemakaian jarum bersama.
9. Obat tidur/hipnotikum
terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya seconal. Efek:
• Terjadi gangguan
konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan.
• Menghilangkan
kekhawatiran dan ketegangan (tension).
• Perilaku aneh atau
menunjukkan tanda kebingungan proses berpikir.
• Nampak bahagia dan
santai.
• Bicara seperti
sambil menelan (slurred speech).
• Jalan sempoyongan.
• Tidak bisa memberi
pendapat dengan baik.
10. Alkohol
Merupakan
suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. Alkohol diperoleh atas
peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian
tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan
(destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai
100%. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. Setelah diserap,
alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan
peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia, namun dengan
penurunannya orang tersebut menjadi depresi.
Dikenal 3 golongan
minuman berakohol yaitu golongan A; kadar etanol 1%-5% (bir), golongan B; kadar
etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C; kadar etanol 20%-45%
(Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).
Pada umumnya alkohol:
• Akan menghilangkan
perasaan yang menghambat atau merintangi.
• Merasa lebih tegar
berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah).
• Merasa senang dan
banyak tertawa.
• Menimbulkan
kebingungan.
• Tidak mampu
berjalan.
11. Inhalansia atau Solven
Adalah
uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. Contohnya aerosol, aica aibon, isi
korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin.Umumnya digunakan
oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. Penggunaan
menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi
kecerdasan otak. Efek penggunaan:
• Pada mulanya merasa
sedikit terangsang.
• Dapat menghilangkan
pengendalian diri atau fungsi hambatan.
• Bernafas menjadi
lambat dan sulit.
• Tidak mampu membuat
keputusan.
• Terlihat mabuk dan
jalan sempoyongan.
• Mual, batuk dan
bersin-bersin.
• Kehilangan nafsu
makan.
• Halusinasi.
• Perilaku menjadi
agresif/berani atau bahkan kekerasan.
• Bisa terjadi henti
jantung (cardiac arrest).
• Pemakaian yang berlebihan dapat
menyebabkan kerusakan syaraf otak menetap, keletihan otot, gangguan irama
jantung, radang selaput mata, kerusakan hati dan ginjal dan gangguan pada darah
dan sumsum tulang. Terjadi kemerahan yang menetap di sekitar hidung dan
tenggorokan.
• Dapat terjadi kecelakaan yang menyebabkan
kematian di antaranya karena jatuh, kebakar, tenggelam yang umumnya akibat
intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. bat intoksikasi/keracunan dan
sering sendirian.
Beberapa jenis narkoba yang disalahgunakan
F. Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Narkoba
Narkoba
bisa memabukkan karena seluruh saraf-saraf dalam tubuh tidak berfungsi layaknya
orang normal sehingga orang yang mengkonsumsi narkoba seperti orang gila.
Apabila terlalu sering menggunakan narkoba maka kita akan ketagihan karena
mengakibatkan ketergantungan terhadap obat-obatan itu. Cara-cara apapun
dilakukan oleh pemakai narkoba supaya bisa membeli narkoba dengan cara
merampok, mencuri dan sebagainya. Bila
sudah ketagihan, akan sulit untuk menghentikan orang yang kecanduan.
Apabila
dilarang, mereka akan merasakan sakau, yaitu rasa sakit yang bisa membuat
seorang pecandu mengalami gangguan psikis. Mereka akan marah, berteriak, hingga
melakukan hal-hal tidak wajar demi mendapatkan yang mereka inginkan.
Efek-efek narkoba:
Halusinogen, efek
dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu
dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu
hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LTD
Stimulan, efek dari narkoba yang bisa
mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat
dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk
sementara waktu, dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan
gembira untuk sementara waktu
Depresan, efek dari narkoba yang bisa
menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga
pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan
diri. Contohnya putaw
Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi
narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba
mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung
narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
Jika terlalu lama dan
sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan
jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.
G. Ciri–ciri Pengguna Narkoba
1.
Mata merah
2.
Mulut kering
3.
Bibir bewarna kecoklatan
4.
Perilakunya tidak wajar
5.
Bicaranya kacau
6.
Daya ingatannya menurun
Tanda anak pengguna narkoba:
1.
Anak menjadi pemurung dan penyendiri
2.
Wajah anak pucat dan kuyu
3.
Terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak
4.
Matanya berair dan tangannya gemetar
5.
Nafasnya tersengal dan susah tidur
6.
Badannya lesu dan selalu gelisah
7.
Anak menjadi mudah tersinggung, marah, suka menantang orang tua
Ciri Umum Anak Pengguna Narkoba:
1. Merokok pada usia
remaja dini
2. Cenderung menarik
diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung dikamar
3. Bergaul dengan
teman hingga larut malam bahkan jarang pulang kerumah
4. Sering
bersenang-senang di pesta, diskotek maupun kumpul di mall
5. Mudah tersinggung,
egois, dan tidak mau diusik oleh orang tua atau keluarga
6. Menghindar dari
tanggung jawab yang sesuai, malas menyelesaikan tugas rutin dirumah
7. Prestasi belajar
menurun, sering bolos atau terlambat kesekolah
8. Perilaku mulai
menyimpang seperti kenakalan remaja, mencuri, pergaulan seks bebas dan
berkelompok dengan teman yang suka mabuk-mabukan
I. Upaya Pencegahan Masalah Penyalahgunaan Narkoba
Remaja
sebenarnya berada dalam 3 (tiga) pengaruh yang sama kuat, yakni sekolah (guru),
lingkungan pergaulan dan rumah (orang tua dan keluarga); serta ada 2 buah
proses yakni menghindar dari lingkungan luar yang jelek, dan proses dalam diri
si remaja untuk mandiri dan menemukan jatidirinya.
Dalam rangka
membimbing dan mengarahkan perkembangan remaja, bidang yang menjadi pusat
perhatian adalah:
1. Sikap dan tingkah
laku
Tujuan
dari suatu perkembangan remaja secara umum adalah merubah sikap dan tingkah
lakunya, dari cara yang kekanak-kanakan menjadi cara yang lebih dewasa. Sikap
kekanak-kanakan seperti mementingkan diri sendiri (egosentrik), selalu
menggantungkan diri pada orang lain, menginginkan pemuasan segera, dan tidak
mampu mengontrol perbuatannya, harus diubah menjadi mampu memperhatikan orang
lain, berdiri sendiri, menyesuaikan keinginan dengan kenyataan yang ada dan
mengontrol perbuatannya sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Untuk
itu dibutuhkan perhatian dan bimbingan dari pihak orang tua. Orang tua harus
mampu untuk memberi perhatian, memberikan kesempatan untuk remaja mencoba
kemampuannya. Berikan penghargaan dan hindarkan kritik dan celaan.
2. Emosional
Untuk
mendapatkan kebebasan emosional, remaja mencoba merenggangkan hubungan
emosionalnya dengan orang tua; ia harus dilatih dan belajar untuk memilih dan
menentukan keputusannya sendiri. Usaha ini biasanya disertai tingkah laku
memberontak atau membangkang. Dalam hal ini diharapkan pengertian orang tua
untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat menindas, akan tetapi berusaha
membimbingnya secara bertahap. Usahakan jangan menciptakan suasana lingkungan
yang lain, yang kadang-kadang menjerumuskannya. Anak menjadi nakal, pemberontak
dan malah mempergunakan narkotika (menyalahgunakan obat).
3. Mental -
intelektual
Dalam
perkembangannya mental - intelektual diharapkan remaja dapat menerima
emosionalnya dengan memahami mengenai kelebihan dan kekurangan dirinya. Dengan
begitu ia dapat membedakan antara cita-cita dan angan-angan dengan kenyataan
sesungguhnya.
Pada mulanya daya pikir remaja banyak
dipengaruhi oleh fantasi, sejalan dengan meningkatnya kemampuan berpikir secara
abstrak. Pikiran yang abstrak ini seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang
ada dan dapat menimbulkan kekecewaan dan keputusasaan. Untuk mengatasi hal ini
dibutuhkan bantuan orang tua dalam menumbuhkan pemahaman diri tentang kemampuan
yang dimilikinya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya tersebut. Jangan
membebani remaja dengan berbagai macam harapan dan angan-angan yang kemungkinan
sulit untuk dicapai.
4. Sosial
Untuk
mencapai tujuan perkembangan, remaja harus belajar bergaul dengan semua orang,
baik teman sebaya atau tidak sebaya, maupun yang sejenis atau berlainan jenis.
Adanya hambatan dalam hal ini dapat menyebabkan ia memilih satu lingkungan
pergaulan saja misalnya suatu kelompok tertentu dan ini dapat menjurus ke
tindakan penyalahgunaan zat. Sebagaimana kita ketahui bahwa ciri khas remaja
adalah adanya ikatan yang erat dengan kelompoknya.
Hal
ini menimbulkan ide, bagaimana caranya agar remaja memiliki sifat dan sikap
serta rasa (Citra: disiplin dan loyalitas terhadap teman, orang tua dan
cita-citanya. Selain itu juga kita sebagai orang tua dan guru, harus mampu
menumbuhkan suatu Budi Pekerti/Akhlaq yang luhur dan mulia; suatu keberanian
untuk berbuat yang mulia dan menolong orang lain dan menjadi teladan yang baik.
5. Pembentukan
identitas diri
Akhir
daripada suatu perkembangan remaja adalah pembentukan identitas diri. Pada saat
ini segala norma dan nilai sebelumnya merupakan sesuatu yang datang dari luar
dirinya dan harus dipatuhi agar tidak mendapat hukuman, berubah menjadi suatu
bagian dari dirinya dan merupakan pegangan atau falsafah hidup yang menjadi
pengendali bagi dirinya. Untuk mendapatkan nilai dan norma tersebut diperlukan
tokoh identifikasi yang menurut penilaian remaja cukup di dalam kehidupannya.
Orang tua memegang peranan penting dalam preoses identifikasi ini, karena
mereka dapat membantu remajanya dengan menjelaskan secara lebih mendalam
mengenai peranan agama dalam kehidupan dewasa, sehingga penyadaran ini
memberikan arti yang baru pada keyakinan agama yang telah diperolehnya. Untuk
dapat menjadi tokoh identifikasi, tokoh tersebut harus menjadi kebanggaan bagi
remaja. Tokoh yang dibanggakan itu dapat saja berupa orang tua sendiri atau
tokoh lain dalam masyarakat, baik yang masih ada maupun yang hanya berasal dari
sejarah atau cerita.
Hal
yang dapat dilakukan orang tua dan guru untuk mencegah penyalah gunaan narkoba
adalah:
a. Memahami sikap dan tingkah laku remaja
dan menghadapinya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.
b. Memberikan
perhatian yang cukup baik dalam segi material, emosional, intelektual, dan
sosial.
c. Memberikan kebebasan dan keteraturan
serta secara bersamaan pengarahan terhadap sikap, perasaan dan pendapat remaja.
d. Menciptakan
suasana rumah tangga/keluarga yang harmonis, intim, dan penuh kehangatan bagi
remaja.
e. Memberikan
penghargaan yang layak terhadap pendapat dan prestasi yang baik.
f. Memberikan teladan
yang baik kepada remaja tentang apa yang baik bagi remaja.
g. Tidak mengharapkan remaja melakukan
sesuatu yang ia tidak mampu atau orang tua tidak melaksanakannya (panutan dan
keteladanan).
Kesimpulan
Saat ini,
penyalah gunaan narkoba sudah terjadi sejak SMP, bahkan ada juga yang dari SD.
Modusnya masih sama, memberikan secara gratis, lama-kelamaan
menjadi ketergantungan. Harganya juga mula-mula gratis, dan setelah lama
harganya makin mahal, Karena sudah ketergantungan berapapun harganya akan
dibeli.
Para pengedar narkoba biasanya mengincar anak- anak SD hingga SMA. Hal
ini dikarenakan para remaja tersebut masih labil dan mempunyai rasa ingin tahu
yang tinggi. Biasanya juga mereka merasa tidak gaul dan keren kalau belum
memakai narkoba. Awalnya mereka hanya mencoba- coba merokok, bisa karena
disuruh teman atau karena ingin mengetahui rasanya. Setelah mencoba, mereka
lama kelamaan akan merasa ketagihan. Lalu, mereka akan mencoba hal yang lebih
ekstrim, yaitu memakai narkoba.
Peran orang tua dan lingkungan akan sangat berpengaruh pada karakter
anak. Anak yang tinggal di lingungan tidak baik (ex: lingkungan perokok) akan
lebih beresiko menggunakan barang-barang terlarang. Sedangkan anak yang tinggal
di lingkungan baik biasanya mempunyai karakter baik.
Selain itu, pengamalan nilai-nilai agama harus dilakukan sejak dini.
Anak yang taat beragama tentu mengetahui
bahwa memakai narkoba dilarang agama. Dan anak-anak yang minim agama akan lebih
mudah untuk melakukan hal tidak baik.
Karena itu, kita harus mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini. Dapat
dimulai dari keluarga dan masyarakat.
PENYALAHGUNAAN
NARKOBA
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan
inayah-Nya. Shalawat dan salam semoga di limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW,
keluarga dan para sahabat-Nya.
Makalah ini kami buat semata-mata
untuk keperluan siswa siswi ataupun masyarakat yang sekiranya di kemudian hari
memerlukannya. Makalah ini juga dapat di manfaatkan oleh para guru sebagai
bahan mengajar.
Materi makalah ini di
susun dari berbagai sumber pembelajaran di sekolah maupun yang lainnya. Kami
selaku penyusun berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi siswa siswi ataupun
orang-orang yang membacanya untuk menjadi ladang amal.
Meskipun kami telah
berusaha semaksimal mungkin menyuguhkan makalah ini dalam wujud yang
terbaik, kami yakin pasti tak lepas dari kekurangan, sesuai dengan peri bahasa
yang mengatakan bahwa, ”Tak Ada Gading Yang Tak Retak’’,maka penulis menerima
kritik dan saran terbuka bagi semua pihak untuk sempurnanya kami dalam menyusun
makalah pada masa-masa mendatang.
Akhirnya kami sampaikan
terima kasih atas segala bentuk kerjasamanya semoga Allah SWT. Meridhoi ikhtiar
kita dalam membangun generasi Indonesia melalui makalah ini,Amin.
Muhammad Tajuddin
PENYUSUN
A. Latar Belakang Penyalahgunaan Narkoba
Pada
awalnya orang-orang yang mengkonsumsi narkoba ketika masih sekolah, di SMP
mereka mulai mencoba minum-minuman keras yang ditawari oleh teman-temannya yang
ada di SMA. Ketika mereka sudah masuk SMA mereka mulai mencoba mengkonsumsi pil
lexotan yang dosisnya ringan, kemudian mereka mencoba obat-obatan yang dosisnya
tinggi. Setelah mencobanya beberapa kali, mereka akan menjadi kecanduan
narkoba.
Orang-orang
yang mengkonsumsi narkoba biasanya bertujuan untuk menenangkan diri dari
masalah yang dihadapi olehnya. Misalnya anak yang kedua orang tuanya sibuk
bekerja dan kurang perhatian (kasih sayang) dari kedua orang tuanya pasti
merasa kesal dan marah maka, untuk menghilangkan rasa kesal dan marahnya mereka
minum-minuman keras bahkan ada yang langsung memakai narkoba.
Ditambah dengan pergaulan yang
bebas, yaitu pergaulan yang tanpa aturan, sekehendak sendiri dan tidak mau
diatur sangat dominan dalam proses penyalahgunaan narkoba ini.
Rata-rata,
remaja yang sering keluar malam dan nongkrong-nongkrong bersama temannya lebih
mudah untuk kecanduan narkoba, hal ini karena ia merasa kalah dan tidak gaul
apabila teman-temannya mengkonsumsi narkoba dan dia tidak. Itulah mengapa
banyak orang tua yang melarang anaknya untuk keluar rumah saat malam hari
kecuali untuk alasan yang jelas dan mendidik.
B. Pengertian Narkoba
Narkotika
adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang
menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh
tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan
halusinasi. Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok
masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan Narkotika meskipun
tidak menderita apa-apa. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya
penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bila menggunakan Narkotika bila tidak
sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi/ketergantungan obat (ketagihan).
Adiksi
adalah suatu kelainan obat yang bersifat kronik/periodik sehingga penderita
kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian terhadap dirinya
dan masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada penyalahgunaan Narkotika
pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang normal. Lama-lama pengguna obat
menjadi kebiasaan, setelah biasa menggunakan Narkotika, kemudian untuk
menimbulkan efek yang sama diperlukan dosis yang lebih tinggi (toleransi).
Setelah fase toleransi ini berakhir menjadi ketergantungan, merasa tidak dapat
hidup tanpa Narkotika.
Narkoba
adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain
"narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen
Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari
Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
C. Akibat Yang Terjadi Pada Pengguna Narkoba
Banyak
orang beranggapan bagi mereka yang sudah mengkonsumsi narkoba/narkotika secara
berlebihan beresiko sebagai berikut:
1. Narkoba/Narkotika dapat menyebabkan
kematian karena zat-zat yang terkandung dalam Narkotika mengganggu sistem
kekebalan tubuh mereka sehingga dalam waktu yang relatif singkat bisa merenggut
jiwa si pemakai.
2. Pengguna Narkotika dapat bertindak
nekat/bunuh diri karena pemakai cenderung memiliki sifat acuh tak acuh terhadap
lingkungannya. Ia menganggap dirinya tidak berguna bagi lingkungannya ini yang
memacunya untuk bertindak nekat.
3. Narkotika dapat menyebabkan hilangnya
kontrol bagi si pemakainya, karena setelah mengkonsumsi Narkotika. Zat-zat yang
terkandung di dalamnya langsung bekerja menyerang syaraf pada otak yang
cenderung membuat tidak sabar dan lepas kontrol.
4. Narkotika menimbulkan penyakit bagi
pemakainya. Karena di dalam Narkotika mengandung zat yang mempunyai efek
samping yang menimbulkan penyakit baru.
E. Jenis-Jenis Narkoba
Berdasarkan asal zat/bahannya
narkoba dibagi menjadi 2 yaitu:
1) Tanaman
a. Opium atau candu/morfin yaitu olahan
getah tanaman papaver somniferum tidak terdapat di Indonesia, tetapi
diselundupkan di Indonesia.
b. Kokain yaitu
olahan daun koka diolah di Amerika (Peru, Bolivia, Kolumbia).
c. Cannabis Sativa
atau Marihuana atau Ganja banyak ditanam di Indonesia.
2) Bukan tanamanku
a. Semi sintetik: adalah zat yang diproses
secara ekstraksi, isolasi disebutalkaloid opium. Contoh : Heroin, Kodein,
Morfin.
b. Sintetik: diperoleh melalui proses
kimia bahan baku kimia, menghasilkan zat baru yang mempunyai efek narkotika dan
diperlukan medis untuk penelitian serta penghilang rasa sakit (analgesic)
seperti penekan batuk (antitusif). Contoh: Amfetamin, Metadon, Petidin,
Deksamfetamin.
Adapun penjelasan jenis-jenis
narkoba/narkotika yang disalahgunakan dan peredarannya meliputi :
1.Opiat atau Opium (candu)
Merupakan
golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).
Efek penggunaan:
• Menimbulkan rasa
kesibukan (rushing sensation)
• Menimbulkan
semangat
• Merasa waktu
berjalan lambat.
• Pusing, kehilangan
keseimbangan/mabuk.
• Merasa rangsang
birahi meningkat (hambatan seksual hilang).
• Timbul masalah
kulit di sekitar mulut dan hidung.
2.Morfin
Merupakan
zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara
kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah
kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena). Efek penggunaan:
• Menimbulkan
euforia.
• Mual, muntah, sulit
buang hajat besar (konstipasi).
• Kebingungan
(konfusi).
• Berkeringat.
• Dapat menyebabkan
pingsan, jantung berdebar-debar.
• Gelisah dan
perubahan suasana hati.
• Mulut kering dan
warna muka berubah.
3.Heroin atau Putaw
Merupakan
golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara
kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80%
hingga 99%. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna
putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga
bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara
disuntik atau dihisap.
Timbul rasa kesibukan yang sangat
cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti
mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Ingin
selalu menyendiri untuk menikmatinya. Efek :
• Denyut nadi
melambat.
• Tekanan darah
menurun.
• Otot-otot menjadi
lemas/relaks.
• Diafragma mata
(pupil) mengecil (pin point).
• Mengurangi bahkan
menghilangkan kepercayaan diri.
• Membentuk dunia
sendiri (dissosial): tidak bersahabat.
• Penyimpangan
perilaku: berbohong, menipu, mencuri, kriminal.
• Ketergantungan
dapat terjadi dalam beberapa hari.
4.Ganja atau kanabis
Berasal
dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung 3
zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara
penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan
pipa rokok. Efek akibat penggunaan:
• Denyut jantung atau
nadi lebih cepat.
• Mulut dan
tenggorokan kering.
• Merasa lebih
santai, banyak bicara dan bergembira.
• Sulit mengingat
sesuatu kejadian.
• Kesulitan kinerja
yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.
• Kadang-kadang
menjadi agresif bahkan kekerasan.
• Bilamana pemakaian dihentikan dapat
diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih/capek.
• Gangguan kebiasaan
tidur.
• Sensitif dan
gelisah.
• Berkeringat.
• Berfantasi.
• Selera makan
bertambah.
5.LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs
Termasuk
sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam
bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan
gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya dengan
meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian
dan berakhir setelah 8-12 jam. Efek penggunaan:
• Timbul rasa yang
disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan waktu.
• Biasanya halusinasi ini digabung menjadi
satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya.
• Menjadi sangat indah atau bahkan
menyeramkan dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan
(paranoid).
• Denyut jantung dan
tekanan darah meningkat.
• Diafragma mata
melebar dan demam.
• Disorientasi.
• Depresi.
• Pusing
• Panik dan rasa
takut berlebihan.
• Flashback
(mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan kemudian.
• Gangguan persepsi
seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan.
6. Kokain
Mempunyai
2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base).
Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut
dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan
kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih.
Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi
beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai
permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan
kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff.
Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek
penggunaan:
• Menimbulkan
keriangan, kegembiraan yang berlebihan (ecstasy).
• Hasutan (agitasi),
kegelisahan, kewaspadaan dan dorongan seks.
• Penggunaan jangka
panjang mengurangi berat badan.
• Timbul masalah
kulit.
• Kejang-kejang,
kesulitan bernafas.
• Sering mengeluarkan
dahak atau lendir.
• Merokok kokain
merusak paru (emfisema).
• Memperlambat
pencernaan dan menutupi selera makan.
• Paranoid.
• Merasa seperti ada
kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs).
• Gangguan
penglihatan (snow light).
• Kebingungan
(konfusi).
• Bicara seperti
menelan (slurred speech).
7.Amfetamin
Nama
generik/turunan amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali
disintesis pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan
hidung (dekongestan). Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. Ada 2 jenis
amfetamin yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy.
Nama lain fantacy pils, inex. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA
(dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu,
SS, ice. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum.
Dalam bentuk kristal
dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui
hidung, atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong).
Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam
pembuluh darah (intravena). Efek Penggunaan:
• Berkeringat.
• Tekanan darah meningkat.
• Mual dan merasa sakit.
•Sakitkepala,pusing, remor/gemetar.
• Timbul rasa letih, takut dandepresi dalam beberapa
hari.
• Gigi rapuh, gusi menyusut karenakekurangan kalsium.
• Mulut kering dan merasa haus.
• Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps).
• Suhu badan
naik/demam.
• Tidak bisa tidur.
• Merasa sangat
bergembira (euforia).
• Menimbulkan hasutan
(agitasi).
• Banyak bicara
(talkativeness).
• Menjadi lebih
berani/agresif.
• Kehilangan nafsu
makan.
8.Sedatif-Hipnotik (Benzodiazepin/BDZ)
Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum
(obat tidur). Nama jalanan BDZ antara lain BK, Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara
pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur. Ada yang minum
BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak
diketahui dengan pasti. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol,
putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya
dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh
tidur sebagai efek utamanya, misalnya aprazolam/Xanax/Alviz. Efek penggunaan:
• Akan mengurangi
pengendalian diri dan pengambilan keputusan.
• Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan
bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C
akibat pemakaian jarum bersama.
9. Obat tidur/hipnotikum
terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya seconal. Efek:
• Terjadi gangguan
konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan.
• Menghilangkan
kekhawatiran dan ketegangan (tension).
• Perilaku aneh atau
menunjukkan tanda kebingungan proses berpikir.
• Nampak bahagia dan
santai.
• Bicara seperti
sambil menelan (slurred speech).
• Jalan sempoyongan.
• Tidak bisa memberi
pendapat dengan baik.
10. Alkohol
Merupakan
suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. Alkohol diperoleh atas
peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian
tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan
(destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai
100%. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. Setelah diserap,
alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan
peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia, namun dengan
penurunannya orang tersebut menjadi depresi.
Dikenal 3 golongan
minuman berakohol yaitu golongan A; kadar etanol 1%-5% (bir), golongan B; kadar
etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C; kadar etanol 20%-45%
(Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).
Pada umumnya alkohol:
• Akan menghilangkan
perasaan yang menghambat atau merintangi.
• Merasa lebih tegar
berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah).
• Merasa senang dan
banyak tertawa.
• Menimbulkan
kebingungan.
• Tidak mampu
berjalan.
11. Inhalansia atau Solven
Adalah
uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. Contohnya aerosol, aica aibon, isi
korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin.Umumnya digunakan
oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. Penggunaan
menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi
kecerdasan otak. Efek penggunaan:
• Pada mulanya merasa
sedikit terangsang.
• Dapat menghilangkan
pengendalian diri atau fungsi hambatan.
• Bernafas menjadi
lambat dan sulit.
• Tidak mampu membuat
keputusan.
• Terlihat mabuk dan
jalan sempoyongan.
• Mual, batuk dan
bersin-bersin.
• Kehilangan nafsu
makan.
• Halusinasi.
• Perilaku menjadi
agresif/berani atau bahkan kekerasan.
• Bisa terjadi henti
jantung (cardiac arrest).
• Pemakaian yang berlebihan dapat
menyebabkan kerusakan syaraf otak menetap, keletihan otot, gangguan irama
jantung, radang selaput mata, kerusakan hati dan ginjal dan gangguan pada darah
dan sumsum tulang. Terjadi kemerahan yang menetap di sekitar hidung dan
tenggorokan.
• Dapat terjadi kecelakaan yang menyebabkan
kematian di antaranya karena jatuh, kebakar, tenggelam yang umumnya akibat
intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. bat intoksikasi/keracunan dan
sering sendirian.
Beberapa jenis narkoba yang disalahgunakan
F. Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Narkoba
Narkoba
bisa memabukkan karena seluruh saraf-saraf dalam tubuh tidak berfungsi layaknya
orang normal sehingga orang yang mengkonsumsi narkoba seperti orang gila.
Apabila terlalu sering menggunakan narkoba maka kita akan ketagihan karena
mengakibatkan ketergantungan terhadap obat-obatan itu. Cara-cara apapun
dilakukan oleh pemakai narkoba supaya bisa membeli narkoba dengan cara
merampok, mencuri dan sebagainya. Bila
sudah ketagihan, akan sulit untuk menghentikan orang yang kecanduan.
Apabila
dilarang, mereka akan merasakan sakau, yaitu rasa sakit yang bisa membuat
seorang pecandu mengalami gangguan psikis. Mereka akan marah, berteriak, hingga
melakukan hal-hal tidak wajar demi mendapatkan yang mereka inginkan.
Efek-efek narkoba:
Halusinogen, efek
dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu
dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu
hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LTD
Stimulan, efek dari narkoba yang bisa
mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat
dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk
sementara waktu, dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan
gembira untuk sementara waktu
Depresan, efek dari narkoba yang bisa
menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga
pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan
diri. Contohnya putaw
Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi
narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba
mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung
narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
Jika terlalu lama dan
sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan
jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.
G. Ciri–ciri Pengguna Narkoba
1.
Mata merah
2.
Mulut kering
3.
Bibir bewarna kecoklatan
4.
Perilakunya tidak wajar
5.
Bicaranya kacau
6.
Daya ingatannya menurun
Tanda anak pengguna narkoba:
1.
Anak menjadi pemurung dan penyendiri
2.
Wajah anak pucat dan kuyu
3.
Terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak
4.
Matanya berair dan tangannya gemetar
5.
Nafasnya tersengal dan susah tidur
6.
Badannya lesu dan selalu gelisah
7.
Anak menjadi mudah tersinggung, marah, suka menantang orang tua
Ciri Umum Anak Pengguna Narkoba:
1. Merokok pada usia
remaja dini
2. Cenderung menarik
diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung dikamar
3. Bergaul dengan
teman hingga larut malam bahkan jarang pulang kerumah
4. Sering
bersenang-senang di pesta, diskotek maupun kumpul di mall
5. Mudah tersinggung,
egois, dan tidak mau diusik oleh orang tua atau keluarga
6. Menghindar dari
tanggung jawab yang sesuai, malas menyelesaikan tugas rutin dirumah
7. Prestasi belajar
menurun, sering bolos atau terlambat kesekolah
8. Perilaku mulai
menyimpang seperti kenakalan remaja, mencuri, pergaulan seks bebas dan
berkelompok dengan teman yang suka mabuk-mabukan
I. Upaya Pencegahan Masalah Penyalahgunaan Narkoba
Remaja
sebenarnya berada dalam 3 (tiga) pengaruh yang sama kuat, yakni sekolah (guru),
lingkungan pergaulan dan rumah (orang tua dan keluarga); serta ada 2 buah
proses yakni menghindar dari lingkungan luar yang jelek, dan proses dalam diri
si remaja untuk mandiri dan menemukan jatidirinya.
Dalam rangka
membimbing dan mengarahkan perkembangan remaja, bidang yang menjadi pusat
perhatian adalah:
1. Sikap dan tingkah
laku
Tujuan
dari suatu perkembangan remaja secara umum adalah merubah sikap dan tingkah
lakunya, dari cara yang kekanak-kanakan menjadi cara yang lebih dewasa. Sikap
kekanak-kanakan seperti mementingkan diri sendiri (egosentrik), selalu
menggantungkan diri pada orang lain, menginginkan pemuasan segera, dan tidak
mampu mengontrol perbuatannya, harus diubah menjadi mampu memperhatikan orang
lain, berdiri sendiri, menyesuaikan keinginan dengan kenyataan yang ada dan
mengontrol perbuatannya sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Untuk
itu dibutuhkan perhatian dan bimbingan dari pihak orang tua. Orang tua harus
mampu untuk memberi perhatian, memberikan kesempatan untuk remaja mencoba
kemampuannya. Berikan penghargaan dan hindarkan kritik dan celaan.
2. Emosional
Untuk
mendapatkan kebebasan emosional, remaja mencoba merenggangkan hubungan
emosionalnya dengan orang tua; ia harus dilatih dan belajar untuk memilih dan
menentukan keputusannya sendiri. Usaha ini biasanya disertai tingkah laku
memberontak atau membangkang. Dalam hal ini diharapkan pengertian orang tua
untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat menindas, akan tetapi berusaha
membimbingnya secara bertahap. Usahakan jangan menciptakan suasana lingkungan
yang lain, yang kadang-kadang menjerumuskannya. Anak menjadi nakal, pemberontak
dan malah mempergunakan narkotika (menyalahgunakan obat).
3. Mental -
intelektual
Dalam
perkembangannya mental - intelektual diharapkan remaja dapat menerima
emosionalnya dengan memahami mengenai kelebihan dan kekurangan dirinya. Dengan
begitu ia dapat membedakan antara cita-cita dan angan-angan dengan kenyataan
sesungguhnya.
Pada mulanya daya pikir remaja banyak
dipengaruhi oleh fantasi, sejalan dengan meningkatnya kemampuan berpikir secara
abstrak. Pikiran yang abstrak ini seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang
ada dan dapat menimbulkan kekecewaan dan keputusasaan. Untuk mengatasi hal ini
dibutuhkan bantuan orang tua dalam menumbuhkan pemahaman diri tentang kemampuan
yang dimilikinya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya tersebut. Jangan
membebani remaja dengan berbagai macam harapan dan angan-angan yang kemungkinan
sulit untuk dicapai.
4. Sosial
Untuk
mencapai tujuan perkembangan, remaja harus belajar bergaul dengan semua orang,
baik teman sebaya atau tidak sebaya, maupun yang sejenis atau berlainan jenis.
Adanya hambatan dalam hal ini dapat menyebabkan ia memilih satu lingkungan
pergaulan saja misalnya suatu kelompok tertentu dan ini dapat menjurus ke
tindakan penyalahgunaan zat. Sebagaimana kita ketahui bahwa ciri khas remaja
adalah adanya ikatan yang erat dengan kelompoknya.
Hal
ini menimbulkan ide, bagaimana caranya agar remaja memiliki sifat dan sikap
serta rasa (Citra: disiplin dan loyalitas terhadap teman, orang tua dan
cita-citanya. Selain itu juga kita sebagai orang tua dan guru, harus mampu
menumbuhkan suatu Budi Pekerti/Akhlaq yang luhur dan mulia; suatu keberanian
untuk berbuat yang mulia dan menolong orang lain dan menjadi teladan yang baik.
5. Pembentukan
identitas diri
Akhir
daripada suatu perkembangan remaja adalah pembentukan identitas diri. Pada saat
ini segala norma dan nilai sebelumnya merupakan sesuatu yang datang dari luar
dirinya dan harus dipatuhi agar tidak mendapat hukuman, berubah menjadi suatu
bagian dari dirinya dan merupakan pegangan atau falsafah hidup yang menjadi
pengendali bagi dirinya. Untuk mendapatkan nilai dan norma tersebut diperlukan
tokoh identifikasi yang menurut penilaian remaja cukup di dalam kehidupannya.
Orang tua memegang peranan penting dalam preoses identifikasi ini, karena
mereka dapat membantu remajanya dengan menjelaskan secara lebih mendalam
mengenai peranan agama dalam kehidupan dewasa, sehingga penyadaran ini
memberikan arti yang baru pada keyakinan agama yang telah diperolehnya. Untuk
dapat menjadi tokoh identifikasi, tokoh tersebut harus menjadi kebanggaan bagi
remaja. Tokoh yang dibanggakan itu dapat saja berupa orang tua sendiri atau
tokoh lain dalam masyarakat, baik yang masih ada maupun yang hanya berasal dari
sejarah atau cerita.
Hal
yang dapat dilakukan orang tua dan guru untuk mencegah penyalah gunaan narkoba
adalah:
a. Memahami sikap dan tingkah laku remaja
dan menghadapinya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.
b. Memberikan
perhatian yang cukup baik dalam segi material, emosional, intelektual, dan
sosial.
c. Memberikan kebebasan dan keteraturan
serta secara bersamaan pengarahan terhadap sikap, perasaan dan pendapat remaja.
d. Menciptakan
suasana rumah tangga/keluarga yang harmonis, intim, dan penuh kehangatan bagi
remaja.
e. Memberikan
penghargaan yang layak terhadap pendapat dan prestasi yang baik.
f. Memberikan teladan
yang baik kepada remaja tentang apa yang baik bagi remaja.
g. Tidak mengharapkan remaja melakukan
sesuatu yang ia tidak mampu atau orang tua tidak melaksanakannya (panutan dan
keteladanan).
Kesimpulan
Saat ini,
penyalah gunaan narkoba sudah terjadi sejak SMP, bahkan ada juga yang dari SD.
Modusnya masih sama, memberikan secara gratis, lama-kelamaan
menjadi ketergantungan. Harganya juga mula-mula gratis, dan setelah lama
harganya makin mahal, Karena sudah ketergantungan berapapun harganya akan
dibeli.
Para pengedar narkoba biasanya mengincar anak- anak SD hingga SMA. Hal
ini dikarenakan para remaja tersebut masih labil dan mempunyai rasa ingin tahu
yang tinggi. Biasanya juga mereka merasa tidak gaul dan keren kalau belum
memakai narkoba. Awalnya mereka hanya mencoba- coba merokok, bisa karena
disuruh teman atau karena ingin mengetahui rasanya. Setelah mencoba, mereka
lama kelamaan akan merasa ketagihan. Lalu, mereka akan mencoba hal yang lebih
ekstrim, yaitu memakai narkoba.
Peran orang tua dan lingkungan akan sangat berpengaruh pada karakter
anak. Anak yang tinggal di lingungan tidak baik (ex: lingkungan perokok) akan
lebih beresiko menggunakan barang-barang terlarang. Sedangkan anak yang tinggal
di lingkungan baik biasanya mempunyai karakter baik.
Selain itu, pengamalan nilai-nilai agama harus dilakukan sejak dini.
Anak yang taat beragama tentu mengetahui
bahwa memakai narkoba dilarang agama. Dan anak-anak yang minim agama akan lebih
mudah untuk melakukan hal tidak baik.
Karena itu, kita harus mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini. Dapat
dimulai dari keluarga dan masyarakat.
Sumber : http://avalonde-felicitas.blogspot.com/2013/09/perbedaan-ideologi-ideologi-di-dunia.html



