Fuzzy Logic
Pengertian :
Pengertian :
Fuzzy Logic atau dalam bahasa Indonesia logika Fuzzy adalah teknik/ metode yang
dipakai untuk mengatasi hal yang tidak pasti pada masalah – masalah yang
mempunyai banyak jawaban. Pada dasarnya Fuzzy logic merupakan logika
bernilai banyak/ multivalued logic yang mampu mendefinisikan nilai
diantara keadaan yang konvensional seperti benar atau salah, ya atau
tidak, putih atau hitam dan lain-lain.
Dengan kata lain Fuzzy Logic
mempunyai fungsi untuk “meniru” kecerdasan yang dimiliki manusia untuk
melakukan sesuatu dan mengimplementasikannya ke suatu perangkat,
misalnya robot, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan lain-lain.
Penalaran Logika Fuzzy
memnyediakan cara untuk memahami kinerja system dengan cara menilai
input dan output system dari hasil pengamatan. Logika Fuzzy menyediakan
cara untuk menggambarkan kesimpulan pasti dari informasi yang
samar-samar, ambigu dan tidak tepat. Fuzzy logic Pertama kali
dikembangkan oleh Lotfi A. Zadeh tahun 1965.
Alasan digunakannya Fuzzy Logic :
- Konsep logika fuzzy mudah dimengerti. Konsep matematis yang mendasari penalaran.
- Fuzzy sangat sederhana dan mudah dimengerti.
- Fuzzy Logic sangat fleksibel.
- Logika fuzzy memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat.
- Logika fuzzy mampu memodelkan fungsi-fungsi non linear yang sangat kompleks.
- Logika fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman-pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses pelatihan.
- Logika fuzzy dapat bekerjasama dengan teknik-teknik kendali secara konvensional.
- Logika fuzzy didasarkan pada bahasa alami.
- Sistem Pengereman Mobil (Nissan).
- Pengontrol kereta bawah tanah di Sendai, Jepang.
- Penghematan Konsumsi Daya Listrik AC (Mitsubhishi Heavy Industries Tokyo).
- http://www.temukanpengertian.com/2013/08/pengertian-fuzzy-logic.html
- https://www.scribd.com/doc/29302936/pengertian-fuzzy-logic
- http://ndoware.com/fuzzy-logic-logika-fuzzy-bagian-i.html
Muhammad Tajuddin - 3KA31 - 17114562
Metode Tsukamoto
Pada Metode Tsukamoto, setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk
IF-Then harus direpresentasikan dengan suatu himpunan fuzzy dengan
fungsi keanggotaan yang monoton. Sebagai hasilnya, output hasil
inferensi dari tiap-tiap aturan diberikan secara tegas (crisp)
berdasarkan α-predikat (fire strength). Hasil akhirnya diperoleh dengan
menggunakan rata-rata terbobot.
Metode Mamdani
Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Metode
ini diperkenalkan oleh Ebrahim Mamdani pada tahun 1975. Untuk
mendapatkan output, diperlukan 4 tahapan:
Pembentukan Himpunan Fuzzy
Aplikasi fungsi implikasi (aturan)
Komposisi aturan
Penegasan (defuzzy)
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/operator-implikasi-dan-sistem-inferensi-fuzzy-logic-controller/
Copyright © Elektronika Dasar
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/operator-implikasi-dan-sistem-inferensi-fuzzy-logic-controller/
Copyright © Elektronika Dasar




0 komentar:
Posting Komentar